Rabu, 09 November 2016

Menunggu jawaban....

Teruntuk hati ku....
Ada apa denganmu hari ini, kau begitu dingin, kau acuhkan setiap ucapku, kau tolak setiap pintaku...
Begitu datar, tak da yang istimewa hari ini. Dan. Aku menunggumu dengan semua tanya ku...

Wahai hati ku...
Apakah kau marah, setiap kali aku membohongimu, mengatakan semua yang tak kau ingini, mengucapkan hal yang tak kau harapkan. Dan sekarang ketika kau tak ingin aku mengutarakannya, aku berusaha untuk tetap menyampaikan semuanya. Berharap kau luluh dan kembali bicara padaku. Terlalu lama kau diam. Dan aku mulai resah. Kebisuan ini tak sanggup ku jalani. Terlalu sepi...

Aku terbiasa bertengkar denganmu, aku terbiasa berdebat tentang sesuatu bahkan itu tidaklah penting, karena saat itu pula kutemukan bahagiaku. Aku tau tentang semua pedulimu. Jika kau seperti ini, aku bisa apa. Aku hilang kendali diriku sendiri. Maafkan aku dengan sikapku yang tak kau pahami. Logikaku pun ikut mambatu sepertimu..

Jangan biarkan ini berlarut, aku butuh suara kecilmu yang slalu menuntunku kembali. Jangan berubah arah, aku mohon kembalilah padaku. Hati kecilku, satu milikku yang takkan kulepas, tak mungkin.

Aku menunggu jawabmu...

Jumat, 04 November 2016

No Title

Apa yang sebenarnya ingin kau perlihatkan pada kalayak ramai???
Sebenarnya hal seperti apa yang benar-benar ingin kau pertontonkan??

Tidak cukupkah hanya dengan menjalani peranmu saja,  masih kurangkah dengan posisimu saat ini. Nikmati saja. Mengapa harus merambah pada ranah yang seharusnya tak kau sentuh, sehingga tanpa kau sadari, kau tlah merusaknya ...

Jika kau ingin berkelana, silahkan saja. Nikmati pemandangan sekitarmu. Tapi jangan pernah kau renggut tanaman yang terlihat indah yang ada di taman tetangga, hanya karena ingin melihat nya dari jarak dekat. Padahal itu bukan hak mu.

Kenapa mesti berkoar jika hanya dengan sikap tulusmu saja kau sudah menjadi perhatian...
Mengapa harus membentak, jika hanya dengan senyuman ikhlas, semua orang akan menghormatimu....
Tidak harus menunjukkan sisi burukmu, jika kau benar-benar ingin menjadi yang kau inginkan....
Banyak hal positif yang masih bisa kau kembangkan demi mencapai tujuanmu. Jangan sikut orang2 yang ada disampingmu. Naiklah tanpa menjatuhkan apapun. Bijaklah dalam bersikap.

Ini hanya renungan.....
Akupun berusaha untuk terus belajar....

Rabu, 02 November 2016

The other me....

Aku sering bertanya pada seseorang dalam diriku. Apa yang benar-benar diinginkannya untuk hidup ini.
Terlalu banyak pinta, terlalu banyak mau. Pilihan di depan mata, masih saja enggan untuk memutuskan. Telah nyata di hadapan apa yang harus dilakukan tetap saja meragukan keberadaannya.

Kau yang bersemayam dalam diriku. Wujud apa yang kau harapkan. Semua tlah tersaji di meja mu, namun menu mana yang akan kau santap??

Kau selalu lari dari setiap masalah mu, mengapa? Tak kah sanggup kau melewatinya hingga kau pun rela memulai dari nol lagi disituasi yang berbeda. Tak pernahkah kau tau kalau itu akan sia-sia saja. Jika kau masih saja menjadi seorang pengecut dalam mengambil keputusan, maka hasilnya akan nihil.

Kau tak pernah berani beranjak dari "comfort zone" mu. Tidakkah kau sadari, kalau hal yang sama trus terulang. Lagi dan lagi. Kau tak mau melawan dan tak pernah mau bertarung dengan masalah mu. Selalu saja mengambil langkah seribu untuk menjauhi nya. Kau tak mau mengakui kalau kau akan selalu bertegur sapa dengan problem yang sama. Masih kah kau mengacuhkannya tuk kesekian kali lagi.

Please, bangun dari tempat duduk mu, selesaikan permainan yang telah kau mulai ini. Jangan lari lagi. Karena aku pun mulai jenuh dengan kemauan tak jelas mu ini.

Dengarkan lah aku, wahai 'aku' yang di sana....
Hentikan tingkah konyolmu. Ubah alur cerita yang teramat klise ini. Hingga akupun mampu bergerak bebas. Tak lagi terkekang inginmu yang tak pernah ku pahami.


Talk with the other me...
(Dilam, 021116)

Kamis, 27 Oktober 2016

#Pinta

Tak pernah meminta lebih, tak ingin menginginkan hal yang muluk. Aku ini sederhana. Sesederhana harap ku pada mu. Hanya satu kata. Percaya.

Bisakah kiranya satu kata itu ku gantungkan padamu, ada kah hal itu dapat kau berikan untukku. Tiang kuat yang kan menyangga jalinan ini. Penyokong penuh, yang takkan pernah rapuh. Tak kan ada hal lain yang berani ku pinta selain dari kepercayaanmu. Karena aku jua kan berikan hal yang sama padamu, berharap bangunan yang kita rancang ini, mampu berdiri kokoh..

Sabtu, 08 Oktober 2016

Kembali

Tak lagi bisa kuhitung jarak yang kutinggalkan. Letih sudah sayap kukepakkan. Mengarungi lautan dan melintasi langit yang begitu kejam. Teriknya mentari tak mampu menyurutkan tekadku. Aku ingin meninggalkan sarang itu, jauh. Dan lebih jauh lagi. Tak lagi ingin ku kembali. Tak lagi ingin mengenangnya. Aku ingin temukan petualangan ku yang baru. Berusaha sendiri....

Aku tlah bertemu dengan pelangi, tertawa bersama rintik hujan yang dibiaskan oleh mentari. Indahnya langit jingga disisi-sisi negeri yang ku lewati memberikan cerita berbeda setiap kali ku menyapa. Bahkan aku berkenalan dengan aurora, rupanya tak kan bisa kulisankan. Sejenak, sarang itu pun hilang dari pikirku. Tenggelam dalam kagumku. Keanggunan alam membuai bagian bawah sadarku, aku pun mulai menyelami setiap jengkal bahagia yang merasuk perlahan. Aku terpana.

Namun tiba-tiba, angin meniupku dengan sepoinya, perlahan, tampak ia membawa segerombolan awan hitam kelam. Jelas saja, mereka siap menghujaniku dengan ribuan tetes air yang jatuh bagai serangan misil para prajurit perang. Dan aku. Terpaku.
Bukan hanya kali ini badai datang mengejutkanku. Kemarin, mungkin minggu lalu. Atau beberapa bulan sebelumnya, aku merasakan hal yang sama. Mereka slalu membangunkan ku dari mimpi indahku. Aku masih saja sama. Terdiam, mematung. Dan bingung. Berusaha terbang lagi. Tapi ke mana?? Aku di tengah savana. Tak ada pohon yang bisa kutempati, tak ada gua atau bahkan lubang kecil yang bisa kusinggahi, sekedar melindungi sayap letihku dari amukan alam yang tak tau kapan akan berhenti. Aku di daerah asing tak bertuan. Sendiri.

Kembali. Aku. Teringat. Sarangku begitu damai. Namun. Aku tak lagi bisa meraihnya.

Jumat, 07 Oktober 2016

#Oct

Hai oktober,...
Kau datang lagi mengunjungiku.
Apa yang kau tawarkan padaku kali ini. Kuharap bukan itu. Bingkisan tua berhias pita merah jambu yang kau tenteng setiap kali kau menyapa. Aku tau, niatmu ingin membuatnya terlihat lucu, tapi kau membuatnya semakin... Entahlah. Aksen merah jambu itu makin buatku pilu.

Oktober, ....
Bawakan aku berita bahagiamu. Kisahkan aku bersama lembaran baru. Jangan lagi kau buka kitab tua mu itu. Sudah teramat lusuh. Sampulnya pun mulai terlihat koyak di setiap sudutnya. Jangan lagi kau paksakan ntuk mengulas cerita klasikmu.

Oktober,...
Tak lagi adakah halaman kosong yang bisa kuisi dengan guratan pena bahagia ku. Buku lama itu, simpan saja dalam bingkisanmu. Tak ingin ku buka sejarah lalu, itu hanya menyisakan luka. Lagi dan lagi. Hanya guratan perih yang kau torehkan bersama ceritamu. Dan aku, mulai bosan akan rasa sakitku.

Oktober,...
Kali ini beri aku tema baru. Biarkan aku berselancar dengan ujung penaku. Kan kupenuhi setiap halamannya dengan tinta bewarna ceria. Aku pun siap merangkai setiap kata-kata baru menjadi kalimat-kalimat indah penuh makna.

Oktober,...
Waktu kian merangkak jauh. Temani aku dengan senyummu. Isi hariku dengan tawa bahagia teman-temanmu. Bergerak berirama, menari, bersama musimmu yang basah ini. Musim yang siap menyirami keringnya lukaku. Sejukkan perihku. Hingga tak lagi ada noda menyelimuti hatiku, biarkan mengalir jauh.

Oktober,...
Izinkan pula aku mengantarmu dengan senyumku, melepasmu dengan ikhlasku, dan menunggumu kembali datang bersama kegembiraanku. Hingga aku mampu melupakan sakitku yang lalu.

Oktober,...
biarkan aku merindukan mu.....

😃
Welcome the new Oct....

Minggu, 02 Oktober 2016

Pecahan sepi yang terbagi

Situasi canggung seperti apa yang aku hadapi malam ini. Dingin tanpa kata. Tak satu pun diantara kita berusaha bicara memulai memecah keheningan ini. Akupun mulai merasakan kejenuhan dalam diamku. Enggan ini terus meracuni hati untuk tetap pada posisi yg sama. Diam.

Aku benci kesunyian, namun bibir teramat berat ntuk berucap. Kemana aku yang kemarin, ada apa pula dengan mu hari ini. Kecanggungan apa ini. Semua pertanyaan itu menghantui pikiran ku.

Senyum tipis meringis, hanya itu. Sesekali pandangan mencuri dalam diam. Dan. Kita. Tetap saja seperti ini. Hening.....

Sekilas bertatap, namun sekejap membuang pandang. Entah apa yang ingin dilisankan oleh lirikkan itu, namun tak pernah sampai pada tujuannya.

Aku, tak bisa bergerak. Kaku. Hati yang sebenarnya bertanggung jawab untuk situasi ini. Tapi ku tak miliki jawaban ntuk semua tanya yang terlintas. Hanya kecanggungan yang ada saat ini.

Sesuatu di luar sana, tolong pecah keheningan ini. Ramaikan lah dengan apapun itu. Bahkan angin mampu mengusik tenangnya malam. Namun sepi ini tak kunjung hilang.

So awkward, ....

(Dilam, 1 Oct '16...
For someone in there....)
@asw....